Semakin berat saja ya untuk menjadi seorang “ibu Bidan”.

Posted: Juli 28, 2016 in My Story

Capture Capture1 Capture2 Capture4 Capture5 Capture6

Kalau hanya sekedar ijazah, tidak laku untuk langsung terjun ke dunia kebidanan. Masih banyak tantangan berupa persyaratan yang harus dihadapi.
Yup, mulai dari uji kompetensi (UKOM) bidan berupa ujian tulis yang serentak di adakan secara nasional di seluruh Indonesia. Ujian tulis ajapun.. Walaah, jangan anggap enteng, ini ujian bukan asal ujian, “soal” nya itu terdiri dari 180 soal dengan waktu 180 menit. Dahsyatnya lagi nih isi soalnya bukan berupa soal dengan jawaban yang pasti seperti pengertian, macam-macam, atau apalah itu, namun itu soal berupa kasus kasus kebidanan yang dibuat dalah bentuk analis kasus kebidanan. Biasanya ini soal di sebut “soal pinyet”, yang jangan penyet ajalah kita ngerjainnya. Nah ini adalah alasan mengapa banyak peserta yang mengikuti UKOM ini banyak yang tidak lulus dan banyak yang mengulang.
Nah, selanjutnya setelah lulus ukom, kita akan mendapatkan sertifikat kompetensi/Profesi (SERKOM) yang dikeluarkan oleh kampus. Serkom ini keluarnya mungkin sekitar 2-3 bulanan, tergantung pada masing-masing pengurus dari pihak kampus.
Selanjutnya baru bisa kita buat STR. dan menurut RUU terbaru, Konsil Kebidanan harus menerbitkan STR paling lama 30 hari kerja sejak pengajuan STR diterima. Dan “TIDAK DIPUNGUT BIAYA”.

Note: STR berlaku untuk 5 tahun, dan harus diperpanjang lagi dengan syarat serkom (ini masih bingung, apa harus ikut ukom lagi, atau boleh pake ukom yang lama $^*&&%$?). syarat lainnya: telah mengabdikan diri sebagai tenaga profesi atau vokasi; dan memenuhi kecukupan dalam kegiatan pelayanan, pendidikan, pelatihan, dan/atau kegiatan ilmiah lainnya. (ini juga bingung indikatornya bagaimana $%&%^?) dan syarat adm lainnya.
Masih adalagi, Bidan yang akan menjalankan Praktik Kebidanan wajib memiliki izin Praktik. Pemerintah daerah kabupaten/kota harus menerbitkan SIPB paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak pengajuan SIPB diterima.

 

Setelah itu bagaimana nasib bidan vokasi (Diploma). yah bidan vokasi hanya dapat bekerja di faskes dan TIDAK dapat lagi membuka “Praktik Mandiri”. Hanya Bidan profesi (telah lulus pendidikan profesi setelah Sarjana) yang di IZINKAN buka “Praktik Mandiri”. T.T

 

Selanjutnya bidan vokasi yang ingin melanjutkan pendidikan S1 dan profesi itu hanya ada di UNAIR (satu-satunya yang menerima mahasiswa transfer dari D3). Lengkaplah sudah tantangan besar ini. Bayangkan begitu banyak ratusan kampus bidan vokasi yang ada di Indonesia, mereka semua akan berbondong-bondong mengincar pendidikan Bidan di UNAIR yang hanya menerima 40 (kalau tidak salah) mahasiswa setiap tahunnya #jleb . Belum lagi biaya pendidikannya yang lumayan besar (menurut saya).
Ya, saya mengerti betul mengapa pengaturan penyelenggaraan kebidanan yg dibuat oleh pemerintah itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pastinya. Semoga saja dengan sistem seperti ini dapat mewujudkan cita-cita negara.
Bidan itu sebagai ujung tombak negara dalam memperbaiki sistem kesehatan negara, yang mau tidak mau akan mempengaruhi ekonomi dan pendidikan negara tercinta ini.

 

Nah, saya saaangat berharap pemerintah berfikir matang untuk nasib bidan Indonesia, khususnya bidan vokasi (Diploma 3). Yah setidaknya membuka beberapa PTN negeri untuk Pendidikan Sarjana dan Profesi Bidan yg transfer dari Diploma, dan juga Beasiswa tranfer bagi bidan berprestasi yang layak diberikan.

 

Walaupun berat, bidan merupakan tugas yang sangat, saangat mulia. Saya teringat seorang dokter mengatakan, pahala seorang ibu yang melahirkan anaknya itu saaaangat besar, bagaimana kita yang menolong ibu🙂

Tanpa mengenal waktu, jam tidur malamkah itu, tidur siangkah itu, subuh kah itu, kapanpun itu, bidan selalu ada untuk pasiennya. Tapi tahukah kamu? Disitulah nikmatnya jadi bidan. Kapan lagi coba? Hehe.. Siapa sangka, bidan merupakan pekerjaan mulia ini akan menjadi ladang ibadah sebagai investasi masuk surga nantinya amin..
Makanya doakan saya biar jadi bidan yang baik ya, hehe udah kelamaan nganggur, lagi nunggu serkom ni🙂
Doakan juga biar mudah rejeki dan bisa masuk UNAIR, biar ilmunya lebih bermanfaat.

Haha, apapun itu, mau jadi apapun serahkan semua pada Allah sajala, yang penting bisa jadi orang yang bermanfaat bagi sesama makhluk hidup. Amin..
28 Juli 2016, QF.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s