Sajak rindu from Aceh

Posted: Juli 28, 2016 in My Story
Sembari menulis, bak cerita syahdu telenovela akupun bernostalgia
Hari sillih hari berganti, selalu ada secercah kenangan yang tersisa setiap detik
Sang alam menjadi background yang selalu sama,
Namun ada puing puing cerita yang membuatnya berbeda bagiku, bukan, bagi kita
Oalaa, lagi lagi sang alam menjadi saksi drama aktual bak cerita fiksi di negri dongeng
Closed, yaa, closed your eyes, feel and imagine
Bagaimana angin rindu bersaing menghempas pipi ini tanpa sengaja
Tamparan lembutnya yang begitu manja, membuat ku terdiam di zona nyaman ini
Tak mau mengalah, angin juga berembus ke arah pelindung mahkota ini
Membuat hijab yang kini tak mengikuti alur bentuk wajah teduh ini
Hmmm, bembuatku semakin semangat melawan mereka
ahh, this earth is amazing, MasyaAllah..
Sedikit demi sedikit ingatan mengupas kenangan ini
Kenangan yang tak akan pernah bisa di copy paste
Dan takkan pernah ada yang bisa menghacknya sehebat apapun sesorang programmer itu
Bahkan takkan pernah bisa dibuat layaknya seorang cheft membuat resep terbaik di semesta indah ini
Lembar demi lembar terus terbuka dalam ingatan otak ini
Sungguh nikmat yang selalu terukir didalam miliaran sel otak yang tak ada ujungnya
Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan?
Ziinkkk.., bayangan cahaya putih bak kilat mulai terlihat
Kupasan pertama melintas di ingatan ini
Saat kita berbagi canda bersama
Saling melempar kambing hitam yang menjadi bahan tawaan
Ada masa ketika jam dinding berhenti menyaksikan kebersamaan indah kita
Sampai kita tega mengabaikan waktu yang tanpa lelah berjalan
Im really miss that moment
Yaah, bukan hanya cerita bahagia yang telah dilompati
Seperti masa kanak kanak saat bemain karet yang disulap menjadi sebuah tali
Tali yang terus dilompati sebagaimana perjalanan indah kita ini
Kupasan ingatan ini memberitahu bahwa ada kenangan yang lebih indah untuk dipermanenkan
Suasana disaat aku berada dititik penghujung bumi terdalam
Dimasa air mata ini mengalir dan terus mengalir bak cerita romansa cinta tak terbalas
Selalu ada mereka yang memberi pundak bak meja baja tahan banting untuk melepas beban ini
Pundak yang bahkan mampu menompang puluhan ton beban berat ini
Terkadang berani turun tangan mengambil andil layaknya kasus fenomenal
Temanku atau apalah itu sebutan yang pantas buatmu
Thanks, thanks to be a part of my life
Biarkan coding dalam sel otak ini mengabadikan capture kebersamaan kita
yang berbekas di amazing-designs bumi Allah ini.
19 Juni 2016, QF.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s