Urgensi Ilmu Sosial dan Budaya dalam Pembangunan Kesehatan dan kesehatan kebidanan

Posted: Mei 25, 2014 in My Story

Urgensi Ilmu  Sosial dan Budaya dalam Pembangunan Kesehatan dan kesehatan kebidanan

  1. Pengertian Pembangunan di bidang kesehatan dan pelayanan kebidanan
  2. Nilai-nilai filosofi dalam pembanguan di bidang kesehatan dan pelayanan kebidanan
  3. Tujuan pembangunan masyarakat pedesaan dalam bidang kesehatan dan pelayanan kebidanan.
  4. Peranan  sosial  dan budaya dalam pembanguan di bidang kesehatan dan pelayan an kebidanan
  5. Faktor pendukung dan penghambat dalam pembangunan di bidang kesehatan dan pelayanan kebidanan.

 

Aspek Sosial Budaya dalam kesehatan; khusus dalam pelayanan kebidanan

  1. Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan ibu
  2. Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan bayi
  3. Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan anak balita
  4. Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan keluarga
  5. Aspek sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat

 

Tugas Pengamatan dan Wawancara langsung di lapangan tentang aspek sosial budaya yang berpengaruh terhadap pelayanan kebidanan

  1. Aspek sosial budaya  yang berkaitan dengan pra perkawinan
  2. Aspek sosial budaya  yang berkaitan dengan perkawinan
  3. Aspek sosial budaya  yang berkaitan dengan kehamilan
  4. Aspek sosial budaya  yang berkaitan dengan persalinan, baik skala I, II, III dan IV
  5. Aspek sosial budaya  yang berkaitan dengan nifas
  6. Aspek sosial budaya  yang berkaitan dengan bayi baru lahir

 

Pendekatan Sosial Budaya dalam Praktek Kabidanan

Mahasiswa Jurusan  Kebidanan Politekes akan dan harus melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada setiap menjelang akhir kuliah. Mereka pada umumnya memilih lokasi di daerah-daerah terpencil. Agar mendapat hasil yang maksimal, maka perlu dilakukan melalui pendekatan, sebagai pintu masuk yang sesuai dengan adat istiadat, nilai sosial dan budaya masing-masing masyarakat pedesaan. Harapannya paling tidak bisa ditempuh melalui beberapa pendekatan, antara lain :

  1. Pendekatan relegius (agama dan kepercayaan)
  2. Pendekatan kesenian tradisional (adat dan budaya)
  3. Pendekatan paguyuban (organisasi sosial)
  4. Pendekatan pendidikan tradisonal (pesantren)
  5. Pendekatan kekeluargaan
  6. Pendekatan berbasis sosial (gotong royong/kerja bakti)
  7. dll.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s