PENATALAKSANAAN PREMATUR

Posted: Maret 15, 2014 in Ilmu Kebidanan

Apabila persalinan prematur harus ditekan, bila mungkin, tergantung pada jawaban pertanyaan, apakah keberadaannya didalam uterus lebih menguntungkan atau membahayakan janin? Sebagai contoh, pada kasus insufisiensi plasenta pertumbuhan janin dapat mengalami retardasi; perjalanan janin dapat diharapkan lebih baik pada perawatan risiko tinggi ketimbang di dalam lingkungan intrauterin yang tidak cocok.
Persalinan dibiarkan lebih dini bila ada bukti maturitas paru paru janin. selain itu, bila kondisi yang ada membahayakan kehidupan janin dan ibu (pelepasan plasenta, insufisiensi plasenta disertai dengan retardasi pertumbuhan, infeksi intrauterin, penyakit hipertensif, fetal distress), pengakiran kehamilan biasanya menguntungkan bagi keduanya. Pada kasus anomali janin atau kematian janin tidak ada alasan untuk menghambat persalinan.
Menjelang minggu ketigapuluh empat , apabila janin belum matang dan tidak ada kontraindikasi terhadap maternal atau fetal, terapi tokolitik dapat memungkinkan janin tetap berada in utero selama lingkungan intrauterin masih baik. Pada waktunya, kontraksi dapat ditekan cukup lama untuk mengirim pasien dalam persalinan prematur ke pusat pusat yang dipersiapkan untuk perawatan intensif neonattus.
Zat zat tokolitik: Zat zat beta-mimetik seperti ritodrin atau terbutalin sering menekan kontraksi uterus. Dosis yang berhubungan dengan efek samping meliputi takikardia, hiperglikemia dan edema paru. magnesium sulfat adalah suatu zat tokolitik alternatif.
Pemberiannya dalam dosis intravena 6-8 gram selama 15-60 menit diikuti dengan dosis titrasi 2gram per jam sampai kontraksi uterus dihambat.
Glukokortikoid dapat mempercepat pematangan paru paru janin dan menurunkan insiden RDS pada bayi yang dilahirkan menjelang kehamilan minggu tiga puluh empat. Walaupun dosis optimal, lamanya terapi optimal, dan resiko jangka panjang masih dievaluasi, dosis intramuskuler awal adalah 12mg deksametason atau betametason atau dapat diikuti dengan dosis kedua setelah 12 sampai 24 jam. Cara alternatif lainnya adalah deksametason fosfat 5mg setiap 12 jam dengan dosis total 20mg. Bila memungkinkan, persalinan diundurkan, sekurang kurangnya 24 sampai 48 jam.

Kelahiran Prematur yang tidak bisa dihindari: Bila kelahiran prematur tidak bisa dielakan lagi, hasil neonatus yang optimal dapat diantisipasi bila ibu dapat melahirkan di sebuah rumah sakit yang dipersiapkan untuk perawatan intensif prematur, bayi bayi imatur. Obat obat depresan dan trauma janin perlu dihindari. Episiotomi yang cukup lebar dianjurkan untuk mencegah trauma kranial. Walaupun melahirkan terampil dengan forcep rendah oleh sejumlah pakar dianjurkan untuk melindungi kepala janin yang fragil, ada pendapat lain yang berlawanan yaitu pertimbangan kebaikan kelahiran spontan. Tali pusat segera di jepit untuk menghindari transfisi plasenta, yang ditolerir buruk sekali oleh sistem kardiovaskular dan hepatobilier yang prematur. Neonatus prematur harus ditangani dengan sangat cekatan dan dilindungi dari kehilangan kehangatan. Untuk suatu hasil neonatus yang optimal, kelahiran harus nonhipoksik, nonstress, dan atraumatik. Seksio sesarea dalam melahirkan bayi prematur lebih disukai bila presentasinya bokong.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s