TANDA DAN GEJALA PRE EKLAMSI

Posted: Maret 13, 2014 in Ilmu Kebidanan

preeklamsia-eklamsia ditandai oleh hipertensi, edema generalisata dan proteinuria tanpa penyakit vaskular atau renal. Tanda dan gejala muncul sejak minggu ke -20 kehamilan sampai minggu ke-6 setelah melahirkan.

Hipertensi
adalah tanda klinis kunci untuk diagnosis PIH. Hipertensi dalam kehamilan adalah peningkatan tekanan darah sistolik >=30mmHg, peningkatan tekanan siastolik >=15mmHg atau tekanan darah >=140/90 mmHg. Hipertensi juga terjadi pada peningkatan tekanan anterial rerata 20mmHg. Angka angka yang diuraikan diatas harus terjadi paling sedikit dua kali, selang 6jam atau lebih, dan didasarkan pada catatan tekanan darah terdahulu.
Sebagian kecil pasien dengan hipertensi selama hamil harus tetap tidak dapat diklasifikasikan sampai hasil pemeriksaan dapat dinilai setelah nifas.

Edeme
adalah tanda PIH yang paling tidak tepat karena edeme dependen normal terjadi pada kehamilan dan hingga 40% pasien dengan PIH tidak mengalami edeme. Namun kriteria berikut dapat mempermudah diagnosis.
1. Penumpukan cairan dalam jaringan secara genetalisata, yaitu pitting edema>+1 setelah tirah baring selama 1 jam.
2. Penambahan berat badan >=2pon/minggu karena pengaruh kehamilan
3. Edeme non dependen pada tangan dan muka yang timbul pada saat bangun pagi.

Proteinuria
Proteinuria pada kehamilan sering kali merupakan tanda terakir yang timbul dan didefinisikan sebagai >=0,3 g/liter dalam urine 24 jam atau >1 g/liter (+1 sampai +2 dengan metode dipstik) dengan urinalisa pada urin aliran tengah atau kateter secara acak. Hingga 30% pasien dengan eklamsia mengalami proteinuria, tetapi jika terjadi, proteinuria menandai peningkatan resiko janin (lebih mungkin bayi KMK dan terjadi peningkatan kematian perinatal).
Jika hanya terdapat kriteria preeklamsi, maka digolongkan sebagai eklamsia ringan. Kriteria preeklamsi berat adalah sebagai berikut.
a. Tekanan darah sistolik >160 atau diastolik >110 (saat tirah baring, pada dua kejadian paling sedikit selang 6 jam)
b. Proteinuria >5g/24jam (+3sampai +4 dengan dipstik)
c. Oliguria (<=500 ml/24 jam)
d. Gangguan serebral atau visual
e. Nyeri epigastrik
f. Edema pari atau sianosis
Sakit kepala menyeluruh, berat, dan menetap, vertigo, malaise, serta iritabilitas saraf merupakan gejala gejala menonjol pada kasiu preeklamsia berat. Skotoma yang berkilauan dan kebutaan parsial atau komplit disebabkan ole hedema retina, atau pelepasan retina. Nyeri epigastrik, mual dan nyeri tekan hati merupakan akibat bendungan atau trombosis sistem periportal dan perdarahan subkapsilar hati.

Komplikasi
Komplikasi pada ibu terutama berkaitan dengan memburuknya preeklamsia menjadi eklamsia. Komplikasi pada janin berhubungan dengan insufiensi uteroplasenta akut dan kronis (misal, janin KMK asimetris atau simetris, lahir mati atau gawat janin intrapartum) serta persalinan dini (komplikasi prematuritas).
Singkatan HELLP diterapkan untuk pasien pasien preeklamsi-eklamsia yang mengalami hemolisis (H), peningkatan enzim hati (El) dan jumlah trombosit rendah (low platelet, LP). HELLP tampaknya lebih menggambarkan tanda tanda penting pasien dengan toksemia kehamilan yang berbahaya dari pada sebuah sindrom baru. Namun demikian,ibu ibu hamil ini harus mendapat perhatian khusus karena biasanya prognosis ibu dan perinatal yang sangat buruk tanpa diagnosa dini dan pengobatan yang tepat,termasuk persalinan segera dengan cara terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s