TRAUMA PADA FLEKSUS BRACHIAL

Posted: Maret 27, 2013 in Ilmu Kebidanan

Pengertian

Trauma pada fleksus brakhialis terjadi akibat tarikan kuat di daerah leher saat melahirkan bahu bayi pada persalinan letak kepala, atau pada saat melahirkan kepala pada persalinan letak sungsang (Muslihatun,2010).

Trauma fleksus brakhialis umumnya terjadi pada bayi besar. Kelainan ini timbul akibat tarikan yang kuat pada daerah leher saat melahirkan bayi sehingga terjadi kerusakan pada fleksus brakhialis. Biasanya ditemukan pada persalinan letak sungsang bila dilakukan traksi yang kuat saat melahirkan kepala bayi. Pada persalinan letak kepala, kelainan ini dapat terjadi pada kasus distosia bahu. Pada kasus tersebut kadang-kadang dilakukan tarikan pada kepala yang agak kuat kebelakang untuk melahirkan bahu depan, ( prawirohardjo,2010).

 

Klasifikasi

 

Erb Duchene Paralysis

pengertian

Kerusakan fleksus brakhialis terjadi pada cabang-cabang fleksus C5-C6 fleksus brakhialis. Kerusakan pada fleksus ini menyebabkan kelemahan/kelumpuhan lengan untuk fleksi, abduksi dan rotasi keluar (Muslihatun,2010).

 

Gejala

– Hilangnya reflek moro dan bisep.

– lengan posisi adduksi.

– putaran kedalam

– lengan bawah pronasi.

– telapak tangan menghadap belakang, (Muslihatun, 2010).

 

Penanganan 

Meletakkan tangan atas dalam posisi abduksi 900 dalam putaran keluar, siku dalam fleksi 900 dengan supinasi lengan bawah dan ekstensi pergelangan, serta telapak tangan menghadap depan. Kerusakan ini akan sembuh dalam waktu 3-6 bulan, (Muslihatun, 2010).

 

Paralysis Klumpke

Pengertian

Kerusakan fleksus brakhialis terjadi pada fleksus C8-Th1. Kerusakan ini menyebabkan kelemahan lengan dan otot-otot fleksor pergelangan, (Muslihatun, 2010).

 

Gejala

Telapak tangan tidak dapat mengepal, (Muslihatun, 2010).

 

Penanganan

Melakukan fisioterapi. Kerusakan fleksus ini akan sembuh dalam waktu 3-6 minggu.

Ibu harus diingantkan agar berhati-hati waktu mengangkat bayi sehingga trauma tidak bertambah parah. Dalam minggu pertama balut lengan untuk mengurangi nyeri. Bila ibu dapat merawat bayinya dan tidak ada masalah lain, bayi bisa segera dipulangkan. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu lagi untuk melihat kondisi bayi dan latihan pasif. Melakukan tindak lanjut setiap bulan dan menjelaskan bahwa sebagian besar kasus sembuh usia 6-9 bulan, (Muslihatun, 2010).

Etiologi

  1. Tarikan lateral pada kepala dan leher pada saat melahirkan bahu.
  2. Lengan Ekstensi melewati kepala pada presentasi bokong atau terjadi tarikan yang berlebihan pada bahu, (Dewi, 2012)

Tanda dan Gejala

  1. Gangguan motorik pada lengan atas.
  2. Lengan atas pada kedudukan ekstensi dan abduksi.
  3. Jika anak diangkat, lengan akan tampak lemas dan menggantung.
  4. Reflek moro negative.
  5. Hiperekstensi dan reflek pada jari-jari.
  6. Refleks meraih dengan tangan tidak ada, (Dewi, 2012)

Penatalaksanaan

  1. Immobilisasi parsial dan penempatan lengan yang sesuai untuk mencegah terjadinya kontraktur.
  2. Member penguat atau bidai ±1 sampai 2 minggu.
  3. Rujuk,(Dewi, 2012)

 

 

Komentar
  1. djajarmartono mengatakan:

    Artikelnya sangat bagus dan membantu sekali,😀

  2. masrani nasution mengatakan:

    ge mana ne dgn latihan strengthening nya om tante

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s