Pre Eklamsia Ringan

Posted: Mei 4, 2012 in Ilmu Kebidanan
  • Definisi

Pre Eklamsia Ringan adalah suatu sindroma spesifik kehamilan dengan menurunnya perfusi organ yang berakibat terjadinya vasospasme pembuluh darah dan aktivasi endotel. Pre Eklamsia ringan ditegakkan berdasarkan atas timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/ atau edema setelah kehamilan 20 minggu, (Prawirohardjo.2010).

Pre Eklamsi Ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas, (pudiastuti. 2011)

 

  • Etiologi menurut Yulianingsih. 2009.

Penyebab Pre Eklamsia belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor lain yang diperkirakan akan mempengaruhi timbulnya pre eklamsia antara lain :

  1. Primigravida
  2. Kehamilan ganda
  3. Hidramnion
  4. Mola hidatidosa
  5. Multigravida
  6. Malnutrisi berat
  7. Usia kurang dari 18 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Tanda dan Gejala menurut Pudiastuti. 2011
  1. Kenaikan tekanan sistol 30 mmHg atau lebih, diastole 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg, diastole 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.
  2. Proteinuria, secara kuantitatif lebih 0,3 gram / liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2.
  3. Edema pada pretibia, dinding abdomen, lumboskral, wajah atau tangan.
  4. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut ā€“ turut.
  • Partofisiologis menurut pudiastuti. 2011

Penyebab pre eklamsia ringan belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai Maladaption Syndrome akibat vasospasme general dengan segala akibatnya.

  • Komlikasi menurut Winjosastro.2006.
  1. Solusio plasenta
  2. Premature
  3. Dismatur
  4. IUFD
  • Penanganan menurut Prawirohardjo.2010
  1. Rawat jalan
  • Ibu hamil dengan pre eklamsia ringan dapat dirawat serta rawat jalan. Dianjurkan ibu hamil banyak istirahat (berbaring/ tidur miring), tetapi tidak harus mutlak selalu tirah baring.
  • Pada umur kehamilan diatas 20 minggu, tirah baring dengan posisi miring menghilangkan tekanan rahim pada vena kava inferior, sehingga meningkatkan aliran darah balik dan akan menambah curah jantung. Hal ini berarti pula meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital.
  • Diet yang mengndung 2 gram natrium 4-6 gram NaCl ( garam dapur) adalah cukup.
  • Diet diberikan cukup protein, rendah karbohidrat, lemak, garam secukupnya, dan roboransia prenatal.
  • Dilakukan pemeriksaan laboratorium Hb, hematokrit, fungsi hati, urin lengkap, dan fungsi ginjal.
  1. Rawat Inap

Pada keadaan tertentu ibu hamil dengan pre eklamsia ringan perlu dirawat dirumah sakit ialah

  • Bila tidak ada perbaikan : tekanan darah, kadar proteinuria selama 2 minggu
  • Adanya satu atau lebih gejala dan tanda-tanda pre eklamsia berat.
  1. Perawatan Obstetri pre Eklamsia Ringan
  • Kehamilan preterm kurang dari 37 minggu.
  • Bila tekanan darah mencapai normotensif, selama perawatan, persalinannya ditunggu sampai aterm.
  • Bila tekanan darah turun tapi belum mencapai normal maka kehamilan dapat diakhiri pada usia kehamilan 37 minngu atau lebih.
  • Kehamilan aterm lebih dari 37 minggu.
  • Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan.
  • Dipertimbangkan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s